Jangan Diremehkan, Kayu Lapuk Punya Nilai Seni Yang Tinggi

Desain tanpa judul (3)

Pembuatan kerajinan kayu sudah lama dilakukan oleh para pengrajin kayu, mulai dari karya yang sederhana, hingga karya yang memiliki model yang rumit sekalipun bisa dibuat oleh mereka yang sudah berpengalaman.

Dalam membuat sebuah karya, pengrajin kayu diharuskan memilih jenis-jenis kayu yang akan mereka gunakan. Penentuan jenis kayu diikuti oleh beberapa pertanyaan seperti

  • Digunakan di dalam atau luar ruangan?
  • Tahan air atau tidak?
  • Apakah tahan terhadap serangan perusak kayu?
  • Dan pertanyaan lainnya

Jika kamu sudah menjawab beberapa petanyaan diatas, carilah kayu yang sesuai dengan jawaban yang ada.

Mungkin diantara kalian ingin memiliki karya yang dibuat dengan menggunakan kayu yang berkualitas, kan? Tetapi, semakin kesini jumlah jenis kayu yang berkualitas sangat baik mulai berkurang, ditambah lagi dengan adanya penebangan liar.

Maka dari itu, kamu bisa memanfaatkan jenis kayu yang sesuai dengan tujuan karya yang kamu buat kok dan pembuatan kerajinan kayu tidak selalu menggunakan kayu yang berkualitas sangat baik loh.

Banyak kerajinan kayu yang dibuat menggunakan sisa dari potongan-potongan kayu yang berserakan. Bagi beberapa pengrajin kayu, potongan kayu ini juga memiliki nilai jual walaupun dibuat dari sisa potongan kayu yang digabungkan menjadi karya yang menarik, mulai dari talenan, jam dinding, hiasan kayu dan sebagainya.

Tapi… Kamu pernah dengar kerajinan kayu yang dibuat dari kayu lapuk belum?

 

Karya dari Kayu Lapuk

Kayu lapuk? Iya kayu lapuk, kalian ga salah baca kok hehehe

Ternyata kayu lapuk juga memiliki nilai seni yang tinggi nih Sobat Crona. Kayu lapuk ini bisa digunakan untuk membuat karya yang menarik, penasaran? Berikut ini beberapa pengrajin yang membuat karya dari bahan kayu lapuk

1. Benneth Ewing

Sumber: widewalls.ch

Pria yang satu ini merupakan seseorang yang berfokus pada karya seninya dengan membuat serangkaian wajah dengan bahan potongan-potongan kayu. Potongan kayu tersebut ia kumpulkan dari pegunungan, rawa, hutan, hingga pantai. Sehingga berbeda dari pengrajin pada umumnya yang membeli material baru.

Dalam membuat sebuah karya berbentuk wajah, Benneth akan menempelkan satu kayu dengan kayu lainnya hingga mencapai bentuk wajah yang ia inginkan. Proses pembuatan karya ini pastinya membutuhkan waktu lama karena dibutuhkan bahan yang tepat untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, apalagi Benneth hanya mengandalkan warna-warna alami yang ada pada kayu.

2. Debra Bernier

Sumber: mymodernmet.com

Berbeda dengan Benneth, Debra Bernier merupakan seseorang yang memanfaatkan kayu untuk dijadikan sebagai karya seni pahat. Kayu yang digunakan bukan material kayu yang baru, tetapi Debra memilih untuk menggunakan kayu yang terapung dan juga kayu lapuk.

Menurut Debra, kayu yang ia temui dapat menceritakan sebuah cerita. Dari kayu tersebut ia mencoba untuk memikirkan perjalanan cerita kayu tersebut dengan cara memegangnya. Kemudian, Debra mulai memproses kayu dengan memperbesar atau memperkecil lengkuk dan bentuk yang sudah ada hingga menjadi bentuk hewan atau wajah orang yang ia kenal.

 

Benneth dan Debra membuktikan kalau kayu yang dapat dikatakan ‘buruk’ juga memiliki nilai seni yang tinggi dan pastinya tidak kalah dengan material kayu yang baru.

Semoga info ini dapat menginspirasi kalian yaa!

Table of Contents

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest